News

Perkuat Rantai Pasok Digital, PT Binabusana Internusa Gencarkan Kampanye “Employee Cybersecurity Awareness”

Semarang, Juli 2026 — Di tengah pesatnya digitalisasi global di industri pakaian (apparel), keamanan data kini menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kepercayaan mitra bisnis dan kelangsungan operasional perusahaan. Menyadari hal tersebut, PT Binabusana Internusa (BBI) resmi meluncurkan kampanye penyegaran internal bertajuk Employee Cybersecurity Awareness v1.1.

Program strategis ini diinisiasi oleh departemen ICT dengan mendistribusikan panduan komprehensif serta infografis interaktif ke seluruh lini karyawan perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BBI untuk membangun budaya kerja yang resilien dan tanggap terhadap risiko siber di era modern.

Melindungi Kekayaan Intelektual dan Reputasi Industri

Bagi industri manufaktur pakaian seperti BBI, ancaman digital tidak hanya menyasar sistem keuangan, tetapi juga kekayaan intelektual bernilai tinggi. Perlindungan terhadap desain kepemilikan (proprietary designs), rahasia proses manufaktur, data transaksi pelanggan, hingga integritas rantai pasokan (supply chain) menjadi harga mati untuk mempertahankan reputasi brand dan keunggulan kompetitif di pasar internasional.

Melalui program Cybersecurity Awareness ini, manajemen membekali karyawan dengan kemampuan mengidentifikasi berbagai modus kejahatan siber yang kian canggih, mulai dari phishing (penipuan tautan), penyebaran malware, ancaman penguncian data (ransomware), hingga manipulasi psikologis berupa rekayasa sosial (social engineering).

Enam Langkah Nyata Kebersihan Siber Karyawan

Sebagai bentuk implementasi praktis di lingkungan kerja sehari-hari, BBI merumuskan enam praktik terbaik kebersihan siber (cyber hygiene) yang wajib dipatuhi oleh seluruh staf dan operator, baik saat bekerja di area pabrik, kantor pusat, maupun saat menjalankan sistem kerja jarak jauh (Work From Home):

  1. Pembuatan Kata Sandi Kuat & Unik — Mengombinasikan huruf, angka, dan karakter khusus, serta memperbaruinya secara berkala.
  2. Keamanan Email — Meningkatkan kewaspadaan terhadap email mencurigakan dan menghindari klik tautan atau unduhan dari sumber tak dikenal.
  3. Penguncian Perangkat — Wajib mengunci (lock) sistem operasi komputer/laptop saat ditinggalkan, meskipun hanya untuk waktu singkat.
  4. Penggunaan Internet yang Aman — Memastikan situs yang diakses menggunakan protokol HTTPS (ikon gembok) dan menghindari penggunaan Wi-Fi publik tanpa proteksi.
  5. Penanganan Data Sensitif — Menyimpan informasi transaksi dan rahasia perusahaan secara aman dengan kata sandi, serta menghapus data yang sudah tidak terpakai.
  6. Pelaporan Insiden Segera — Tidak mengabaikan keanehan pada sistem dan segera melaporkannya ke tim ICT.

Sinergi Bersama: Keamanan Dimulai dari Kita

Manajemen PT Binabusana Internusa menegaskan bahwa pertahanan siber terbaik tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi atau perangkat lunak antivirus yang digunakan, melainkan pada tingkat kepedulian setiap individu karyawan. Keamanan digital di dalam industri garmen yang terintegrasi adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas sepihak tim IT.

Guna memastikan mitigasi dan penanganan insiden berjalan cepat dan responsif, perusahaan telah menempatkan perwakilan personel ICT di setiap gedung pabrik. Dengan demikian, setiap karyawan yang menemui aktivitas digital mencurigakan atau indikasi kebocoran data dapat langsung berkoordinasi secara instan dengan tim teknis di lokasi masing-masing.

Melalui sinergi dan peningkatan kesadaran digital ini, PT Binabusana Internusa optimistis dapat terus melangkah maju sebagai produsen pakaian tepercaya — tidak hanya unggul dalam kualitas produk, tetapi juga tangguh dalam mengamankan seluruh aset digital korporasi dan pelanggan.

News Update